"Sepucuk surat dari rumah ini sebelum ditulis air mataku terlebih dahulu jatuh bercucuran ketika hendak mengutarakan isi hati yang sangat merindukan anak-anak didik. Perjalanan seumur hidupku dilalui dengan air mata dan jerih payah untuk memaparkan jalan lapang pembinaan TAO demi umat manusia. Mengenang perjuanganku lebih dari 60 tahun lamanya yang tidak mengenal siang atau malam, hujan atau panas. Biarpun harus menghadapi cobaan yang bertubi-tubi, banyak kali peradilan hukum dan mengalami cemohan fitnahan. Demi menuaikan maha ikrar, aku tetap tegar berlalang buana melintasi lautan dan mengarungi samudera untuk memperhatikan setiap wadah keTuhanan. Aku sangat mawas diri dan tidak pernah lengah sejenakpun menjalankan tugas merintis misi suci ini. Demi maha pelintasan tiga alam, aku memikul tanggung jawab berat tersebut dari awal hingga akhir tanpa penyesalan. Sehingga dewasa ini, terwujudlah karya suci (Chong De) dengan wadah keTuhanan yang tersebar di berbagai Negara, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tugas maha pelintasan tiga alam ini menjadi tanggung jawab berat kita bersama, setiap orang mengerjakan satu tahapan misi suci, dan tiap tahapan misi suci hasil karya setiap orang dipertautkan/dipersatukan satu sama yang lainnya agar supaya menjadi satu bagian struktur misi suci besar, Jabatan suci apapun yang anda sandang, seberapa tenar/kesohor reputasi dan besarnya kekuasaan anda. Karena hidup manusia terbatas, jika sampai di penghujung akhir hayat, anda harus melepaskan segala - galanya. Walaupun Vihara anda sangat banyak, pekerjaan KeTuhanan anda seluas apapun, pada akhirnya kesemuanya itu harus diwariskan juga kepada penerus. Mewariskan misi dan tanggung jawab kepada pewaris. Penerus mewarisi misi - misi pendahulu dan meneruskan kemudian. Melanjutkan usaha pendahulu dan meneruskan misi sucinya. Menghormati yang senior dan menghargai yang berbudi. Membimbing dan menyayangi para pemula. Mewariskan semangat, jiwa dan moral kepada penerus. Inti amanat ini sangat luas dan mendalam artinya, diharapkan anggota keluarga (Chong De) semua dapat melanjutkan dan meneruskan Jalan KeTuhanan ini, demi membalas budi dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Anda harus menjalankan sebaik mungkin bagian (misi suci) yang anda miliki, agar anda kelak dalam sejarah menjadi suriteladan bagi umat lainnya. Saat akhir hayat atau waktu telah tiba, kita menghadap Ibunda Suci dengan laporan tugas suci telah rampung dengan sempurna, atau datang memohon Ibunda Suci mengampuni dosa kita, jangan menyesal di kemudian karena kesemuanya itu adalah pilihan yang kita pilih sendiri. Bersama - sama meletakkan dasar yang kokoh untuk melaksanakan tugas karya suci (Chong De), para kader pembina yang bijak harus membangun pedoman strategi dengan konsep yang mantap. Selanjutnya memprakarsai pengembangan KeTuhanan yang disesuaikan dengan denah struktur agar kelak tercapainya dunia yang aman dan sentosa. Surat dari rumah kepada keluarga (Chong De) ini, kutitip pesan kepada kalian bahwa tanggung jawab pelanjutan tugas karya suci ini terletak di pundak kalian, harus dilaksanakan tanpa keegoisan, tanpa pamrih untuk menciptakan kerangka wadah KeTuhanan dengan kerangka konsep yang lebih besar dan maju."Selasa, 16 Juni 2009
AMANAT SUCI "PU SIU SI PHU SA (BODHISATVA TAK ISTIRAHAT)"
"Sepucuk surat dari rumah ini sebelum ditulis air mataku terlebih dahulu jatuh bercucuran ketika hendak mengutarakan isi hati yang sangat merindukan anak-anak didik. Perjalanan seumur hidupku dilalui dengan air mata dan jerih payah untuk memaparkan jalan lapang pembinaan TAO demi umat manusia. Mengenang perjuanganku lebih dari 60 tahun lamanya yang tidak mengenal siang atau malam, hujan atau panas. Biarpun harus menghadapi cobaan yang bertubi-tubi, banyak kali peradilan hukum dan mengalami cemohan fitnahan. Demi menuaikan maha ikrar, aku tetap tegar berlalang buana melintasi lautan dan mengarungi samudera untuk memperhatikan setiap wadah keTuhanan. Aku sangat mawas diri dan tidak pernah lengah sejenakpun menjalankan tugas merintis misi suci ini. Demi maha pelintasan tiga alam, aku memikul tanggung jawab berat tersebut dari awal hingga akhir tanpa penyesalan. Sehingga dewasa ini, terwujudlah karya suci (Chong De) dengan wadah keTuhanan yang tersebar di berbagai Negara, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tugas maha pelintasan tiga alam ini menjadi tanggung jawab berat kita bersama, setiap orang mengerjakan satu tahapan misi suci, dan tiap tahapan misi suci hasil karya setiap orang dipertautkan/dipersatukan satu sama yang lainnya agar supaya menjadi satu bagian struktur misi suci besar, Jabatan suci apapun yang anda sandang, seberapa tenar/kesohor reputasi dan besarnya kekuasaan anda. Karena hidup manusia terbatas, jika sampai di penghujung akhir hayat, anda harus melepaskan segala - galanya. Walaupun Vihara anda sangat banyak, pekerjaan KeTuhanan anda seluas apapun, pada akhirnya kesemuanya itu harus diwariskan juga kepada penerus. Mewariskan misi dan tanggung jawab kepada pewaris. Penerus mewarisi misi - misi pendahulu dan meneruskan kemudian. Melanjutkan usaha pendahulu dan meneruskan misi sucinya. Menghormati yang senior dan menghargai yang berbudi. Membimbing dan menyayangi para pemula. Mewariskan semangat, jiwa dan moral kepada penerus. Inti amanat ini sangat luas dan mendalam artinya, diharapkan anggota keluarga (Chong De) semua dapat melanjutkan dan meneruskan Jalan KeTuhanan ini, demi membalas budi dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Anda harus menjalankan sebaik mungkin bagian (misi suci) yang anda miliki, agar anda kelak dalam sejarah menjadi suriteladan bagi umat lainnya. Saat akhir hayat atau waktu telah tiba, kita menghadap Ibunda Suci dengan laporan tugas suci telah rampung dengan sempurna, atau datang memohon Ibunda Suci mengampuni dosa kita, jangan menyesal di kemudian karena kesemuanya itu adalah pilihan yang kita pilih sendiri. Bersama - sama meletakkan dasar yang kokoh untuk melaksanakan tugas karya suci (Chong De), para kader pembina yang bijak harus membangun pedoman strategi dengan konsep yang mantap. Selanjutnya memprakarsai pengembangan KeTuhanan yang disesuaikan dengan denah struktur agar kelak tercapainya dunia yang aman dan sentosa. Surat dari rumah kepada keluarga (Chong De) ini, kutitip pesan kepada kalian bahwa tanggung jawab pelanjutan tugas karya suci ini terletak di pundak kalian, harus dilaksanakan tanpa keegoisan, tanpa pamrih untuk menciptakan kerangka wadah KeTuhanan dengan kerangka konsep yang lebih besar dan maju."Label: Amanat Suci
Diposting oleh Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia-Batam di 11.34 0 komentar
Senin, 15 Juni 2009
Peresmian Vihara Di Singapore
Para penari amat senang bisa berfoto bersama dengan 3 orang ketua pembinanya.


Acara persembahan sampai di puncak klimaksnya dipenuhi dengan seruan dan keceriaan dari para panitia sampai ke para tamu yang hadir pada hari itu. Teman-teman tamu yang hadir pada saat itu sekitar 2000 an lo ....
Label: Foto Kegiatan Dan Lagu
Diposting oleh Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia-Batam di 13.04 0 komentar
Acara Waisak Tahun 2009 di Vihara Li Te
Diatas altar dipenuhi dengan persembahan lilin kedamaian. Lilin disini juga sebagai lambang penerangan, jadi kepada umat sekalian marilah kita menerangkan lilin yang ada dalam hati kita dan kita juga sebarkan kepada umat lain biar mereka juga merasa kedamaian dalam hati dan kehangatan Kasih Sang Maha Kuasa Tuhan Yang Maha Esa (Lau Mu).
Suasana Waisak di Tahun 2009 ini amat terharu dan terasa damai dihati tiap umat yang hadir.
Label: Foto Kegiatan Dan Lagu
Diposting oleh Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia-Batam di 11.50 0 komentar
Fa Huei Tgl 13-14 Juni 2009
diri oleh Pandita dari Taiwan (Pandita Kuo), Pandita dari Singapore (Pandita Wu dan Pandita He). Foto diatas ini adalah para umat dalam keadaan tenang mengikuti upacara sembahyang.
Para Penceramah sedang menerjemahkan topik yang disampaikan dalam bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia, para umat sedang mendengarkannya dengan serius.
Semua umat baik umat pria maupun umat wanita amat terharu setelah mendengarkan Topik "BAKTI" yang disampaikan oleh Sesepuh Chen (Bodhisatva Tidak Berehat) kita yang tercinta.
Pandita Kuo sedang berwelas asih kepada salah satu umat kita pada saat istirahat 10 menit, nenek itu kelihatan sangat senang karena atas perhatian dari Pandita Kuo.
Wah 2 umat ini masih muda dan mereka sangat senang ya berfoto, mereka senang karena bisa ikut 2 Hari Fa Huei, bisa kita lihat dari senyuman nya bahwa mereka amat gembira.
Nah ini teman-teman, umat kita sedang makan siang bersama, mereka sedang menikmati hidangan yang dihidangkan oleh seksi konsumsi.
Gembira bangat tuh umat pria, karena disalami oleh panitia dan sambilan menyanyikan lagu "Kamu adalah Satu Keluarga"
Umat Wanita juga senang nih melihat gerakan yang amat bagus dan mereka juga tidak ketinggalan untuk ikut serta mengikuti gerakan yang dibawa oleh para Panitia
Label: Foto Kegiatan Dan Lagu
Diposting oleh Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia-Batam di 10.34 0 komentar
Rabu, 10 Juni 2009
Tujuan Ajaran KeTuhanan
05. Berbakti Pada Orang Tua, Menghormati Para Guru
Label: Tujuan Ajaran KeTuhanan
Diposting oleh Yayasan Cakrawala Dharma Indonesia-Batam di 09.22 0 komentar


